Kita mengetahui dengan sesadar-sadarnya bahwa pengobatan hari ini adalah karya akumulatif antar generasi. Segala pencapaian hari ini dalam bidang kedokteran, farmasi atau pengobatan adalah karya akumulasi, bukan bagian yang terpisah. Ini adalah perjalanan panjang yang tidak memiliki titik pemberhentian sejak dimulainya.
Di Indonesia, tahapan perkembangan kedokteran setidaknya dapat dibagi menjadi 5 periode.
1. Periode sebelum VOC
Tahun 1595, 4 kelompok dagang Belanda datang ke kepulauan nusantara dibawah pimpinan Cornelis de Houtman untuk melakukan penjelajahan perdagangan. Ramainya kepulauan nusantara dengan aktifitas perdagangan dan rempah membuat Belanda akhirnya melakukan penguasaan terhadap jalur-jalur dagang. Maret 1602 terbentuklah VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) sebagai sebuah kongsi/persekutuan dagang Belanda yang diberikan hak eksklusif untuk berdagang, berlayar, dan memegang kekuasaan di sepanjang kepulauan nusantara.1
Terbentuknya VOC mengakibatkan semakin ramainya orang-orang Belanda dan Eropa di kepulauan nusantara lalu pada akhirnya menimbulkan banyak perubahan. Keserakahan kongsi dagang Belanda ini menimbulkan penderitaan panjang. Belanda menjadikan nusantara sebagai koloni.
Kerajaan-kerajaan di Nusantara diperangi dengan berbagai siasait untuk memonopoli jalur perdagangan. Kedatangan orang-orang Belanda dan Eropa bukan hanya menandai era baru perdagangan di nusantara, tapi juga menandai perubahan sistem kesehatan di sepanjang kepulauan nusantara yang diduduki oleh tentara Belanda.
Sebelum datangnya VOC, sistem pengobatan di kepulauan nusantara telah sangat beragam. Setiap daerah/kerajaan memiliki metode/cara/bahan/alat untuk pengobatan yang berbeda-beda. Namun, jika diperhatikan dengan seksama, sistem pengobatan yang berkembang dikepulauan nusantara memiliki ciri yang hampir sama yaitu;
- Mempercayai hal-hal yang gaib atau suprarasional sebagai suatu eksistensi yang menyebabkan sakit sekaligus juga dapat menyembuhkan penyakit.
- Media pengobatan yang digunakan menggunakan bahan alam yang didapatkan dari wilayah sekitar.
- Sistem pengobatannya digunakan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya.
- Sangat jarang ditemui adanya peninggalan berupa teks-teks pengobatan sebelum abad ke 16
2. Periode VOC – 1850-an
Pada periode waktu ini, sebagai koloni Belanda, tentara-tentara usia muda dari pemerintah kolonial Belanda dikirim ke nusantara. Sebagian besar tentara ini ditempatkan di pulau Jawa. Mereka hidup berhadapan dengan lingkungan dan kebiasaan baru. Iklim yang berbeda, cita rasa makanan yang tidak sama serta penyakit endemik yang baru mereka hadapi adalah tantangan besar bagi tentara koloni saat itu.
Tidak sedikit diantara mereka mengalami jatuh sakit hingga meninggal. Mengetahui kondisi layanan kesehatan yang buruk, Heeren Zeventienen(Tuan-tuan Tujug Belas, Dewan Pimpinan VOC) memutuskan untuk mengirim seorang dokter lulusan universitas ke Indie/nusantara. Dokter itu bernama Jacobus Bontius.
19 maret 1962 Bontius ke Indie dengan kapal Vianen dan tiba di Batavia 18 september 1627. Berawal dari batavia, Bontius adalah awal mula perubahan tradisi dan metode pengobatan di kepulauan nusantara.

Tahun-tahun berikutnya, pegawai kesehatan semakin bertambah. Para pegawaikesehatan yang diutus adalah meraka yang telah terlatih dengan metode pengobatan dan penegakkan diagnosis yang berkembang di barat. Mengobati dengan cara-cara yang mulai lebih ilmiah.
Sebagai salah satu bukti bahwa Bontius pada 1629 telah menulis buku yang berjudul Methodus Madensi qua in Indiis Orientalibus Oportot Uti, in Cura Morborum Illic Vulgo et Populatier Grassantium sebuah bukuyang berisi 19 bab dengan penjelasan masing-masing penyakit yang ditemukan di nusantara khususnya di Batavia.
Bukan hanya pegawai kesehatan yang bertambah, rumah sakit juga bertambah seiring waktu. Memang, kebijakan awal VOC hanya melakukan pengobatan dan perawatan rumah sakit tentara bagi tentara-tentara koloni yang sedang sakit.
Tapi, seiring dengan perubahan situasi politik dunia, kebijakan Kerajaan Belanda juga berubah. Awal abad 19 adalah anak tangga kedua dari perubahan sistem kesehatan di nusantara. Perubahan demi perubahan sangat signifikan yang akan menjadi tonggak utama sistem kesehatan hari ini.
Bersambung…
Referensi
- Kartodirjo S. 1999. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900; Dari Emporium Sampai Imperium.Jilid 1. Jakarta; Gramedia Pustaka Utama.
- Loedin AA.2010. Sejarah Kedokteran di Bumi Indonesia.Jakarta; Grafiti. Hal-71
Penulis: dr. Syukri Mawardi