Mayat, bau formalin, terbayang hingga berhari-hari. Begitulah kesan ketika praktikum anatomi pertama bagi mahasiswa kedokteran, keperawatan atau kebidanan. Saya percaya, bagi mahasiswa Kesehatan, saat kali pertama melihat cadaver1 akan menjadi momen yang akan diingat seumur hidup.
Hari ini, walaupun praktikum anatomi sudah dilakukan di laboratorium dengan fasilitas teknologi yang canggih, penggunaan cadaver/ organ asli tetap relevan sebagai pembelajaran.
Jika ingatan itu begitu sangat berkesan, lalu apakah anda pernah membayangkan bagaimana siswa Sekolah Dokter Djawa/STOVIA menjalani praktikum anatominya?
Tahun 1901, pidato Ratu Wilhelmina tentang politik etis semakin mengokohkan pendidikan kedokteran di Hindia Belanda (khususnya di Batavia) untuk pribumi.
Sekolah Dokter Djawa lahir awalnya hanya untuk mendidik pribumi Hindia Belanda menjadi asisten dokter Belanda sebagai juru vaksin yang memang sedang di galakkan oleh pemerintah kolonial sebagai antisipasi menghadapi berbagai tantangan endemik di wilayah Nusantara.
Waktu demi waktu, Sekolah Dokter Djawa berkembang, kurikulum dan metode pengajaran mahasiswa kedokterannya juga turut berkembang.
Persis seperti mahasiswa baru kedokteran hari ini, bagi mahasiswa di Sekolah Dokter Djawa/ STOVIA, pelajaran anatomi adalah hal yang baru. Bagi budaya timur, mempelajari jenasah atau mayat masih sangat tabu sementara pelajaran dan praktikum anatomi ini menuntut hal itu.
Anatomi berasal dari bahasa Yunani, Ana berarti atas atau ke atas, tome berarti memotong/irisan, sehingga secara harfiah anatomi berarti melakukan irisan/ memotong bagian tubuh untuk melihat bagian lebih dalam.
Di Eropa sendiri, anatomi dianggap menemui titik tumpu berkembangnya setelah Andreas Vesalius menerbitkan Magnum Opus nya, De Humani Corporis Fabrica. Dalam karya ini, Vesalius menggambarkan struktur anatomi tubuh telah dengan sangat detail. Karya Galen dan Aristoteles kemudian perlahan di tinggalkan.
Berdasarkan kurikulum kedokteran yang berkembang di barat, anatomi menjadi salah satu fondasi utama dalam memahami dan mendiagnosis penyakit. Pelan tapi pasti,praktikum anatomi juga mulai diajarkan dalam sistem pengajaran kedokteran di Hindia Belanda.
Sekolah Dokter Djawa menjadi tempat pertama pengajaran itu. Pelajaran dan praktikum anatomi saat itu masih sangat sederhana. Menggunakan alat peraga organ (maneken) seperti yang digunakan hari ini. Sebagai model awal, maneken ini sangat membantu siswa memberikan gambaran awal struktur organ yang dipelajarinya.

Gambar 1. Gambar siswa Sekolah Dokter Djawa (Foto diambil sekitar tahun 1900)
Dalam gambar diatas, terlihat beberapa siswa Dokter Djawa berfoto bersama beberapa orang Belanda (instruktur/pengajar?). Tampak beberapa maneken atau alat peraga organ seperti telinga, sistem rangka, otak dan beberapa peraga organ sistem Indera.
Dari gambar tersebut kita melihat bahwa Sekolah Dokter Djawa yang dijalankan pada masa pendudukan Belanda telah menggunakan alat peraga yang beragam yang digunakan dalamproses pembelajaran.

Gambar 2. Praktikum anatomi pelajar Dokter Djawa2
Selain menggunakan alat peraga, Gambar.2 diatas menunjukkan para pelajar di Sekolah Dokter Djawa telah melakukan praktikum anatomi menggunakan cadaver sebagai bahan pelajarannya. Instruktur berada di tengah dan terlihat menjelaskan struktur anatominya.
Pelajaran anatomi pada masa itu tentu terkendala oleh banyak nilai yang berkembang di masyarakat. Nilai agama dan norma sosial yang berkembang tentang jasad adalah tantangan besar.
Namun, menurut Gani Jaelani dalam makalahnya yang berjudul “Over the Dead Bodies: Controversies on the Use of Human Cadavers in the Late Colonial and Early Postcolonial Indonesia”4, kajian yang mendalam terkait masalah ini baru intensif dilakukan setelah masa kemerdekaan.
Sejarah ini tentu akan selalu mengingatkan kepada kita bahwa pencapaian pembelajaran dan praktikum hari ini dalam kurikulum Kesehatan kita sebenarnya tidak terlepas dari ikatan masa lalu.
Penulis: Syukri Mawardi
Referensi:
- http://hdl.handle.net/1887.1/item:789079 (diakses tanggal 12/8/2025)
- https://nationalgeographic.grid.id/read/134089010/kuak-pendidikan-sekolah-dokter-djawa-di-hari-kebangkitan-nasional?page=all
- https://www.etymonline.com/word/cadaver
- Gani Jaelani mempresentasikan makalahnya dalam kegiatan 10TH INTERNATIONAL CONFERENCE ON THE HISTORY OF MEDICINE IN SOUTHEAST ASIA: Health and Medicine in the Colonial, Post-Colonial and Global Worlds, 23-27 Juni di UGM yang dihadiri oleh penulis.